Jakarta, Sigapnews.com, Pengembangan sektor pertanian berbasis komunitas menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara jajaran pengurus Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Sulawesi Selatan dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut membahas peluang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam mendorong pembangunan pertanian di daerah. Minggu (14/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan usai seluruh rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LMP yang digelar di Jakarta. Rombongan LMP Sulawesi Selatan dipimpin langsung oleh Ketua Mada Sulsel, Irwan R. Adnan, didampingi sejumlah pengurus daerah dan cabang, termasuk Sekretaris Daerah Kahar Gani, Ketua Harian Pamil Abbas, Bendahara Umum Kamaruddin Yusuf, Ketua Macab LMP Soppeng Syaharuddin, serta Ketua Macab LMP Bone Andi Romal.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan itu dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai program yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menekankan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian yang hingga kini masih menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah di Indonesia.
Menurut Amran, organisasi yang memiliki jaringan luas hingga tingkat kabupaten dan desa memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mendorong LMP untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan, tetapi juga mengambil peran dalam pengembangan sektor ekonomi produktif.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan program “Kebun LMP” di berbagai kabupaten dan kota. Program ini dirancang sebagai wadah bagi anggota organisasi untuk mengelola lahan pertanian secara produktif, sekaligus menciptakan peluang usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Amran menjelaskan bahwa pengembangan kebun berbasis organisasi dapat dimulai dari skala kecil sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Ia menilai keberhasilan program tidak ditentukan oleh luas lahan semata, melainkan oleh komitmen dan konsistensi dalam pengelolaannya.
“Yang terpenting adalah kemauan untuk bergerak dan memanfaatkan potensi yang ada. Jika dikelola dengan baik, lahan pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan terhadap program-program yang memiliki orientasi pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa bantuan bibit, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan hasil produksi.
Ia menilai bahwa model kolaborasi seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menggabungkan kekuatan pemerintah dengan jaringan sosial yang dimiliki organisasi kemasyarakatan. Dengan demikian, program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran pengurus LMP Sulawesi Selatan. Mereka menilai konsep Kebun LMP sejalan dengan semangat organisasi untuk menghadirkan program yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ketua Mada LMP Sulsel, Irwan R. Adnan, mengapresiasi perhatian dan arahan yang diberikan Menteri Pertanian kepada pengurus daerah. Menurutnya, kesempatan berdialog secara langsung dengan Dewan Pembina organisasi menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian kader LMP di daerah.
Irwan mengatakan bahwa berbagai masukan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan pembahasan internal organisasi guna merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan di Sulawesi Selatan. Ia berharap konsep Kebun LMP dapat diwujudkan melalui program konkret yang melibatkan seluruh jajaran organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Sementara itu, Ketua Macab LMP Soppeng, Syaharuddin yang akrab disapa Sahar, menilai pertemuan tersebut memberikan perspektif baru mengenai bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Menurut Sahar, Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk mendukung pengembangan program tersebut. Ia meyakini bahwa keterlibatan organisasi dalam sektor pertanian dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Program seperti Kebun LMP memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena mampu menghubungkan semangat gotong royong organisasi dengan kebutuhan masyarakat akan kegiatan ekonomi yang produktif, ini adalah model kolaborasi antara Ormas dan pemerintah” ujarnya.
Sahar menambahkan bahwa keberhasilan program akan sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pengurus daerah, pengurus wilayah, dan pemerintah. Karena itu, ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui pertemuan tersebut dapat terus berlanjut hingga tahap implementasi di lapangan.
Menurutnya, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Kebun LMP tidak hanya akan memberikan manfaat bagi anggota organisasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat secara luas. Program tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.
Selain membahas pengembangan pertanian, pertemuan itu juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pengurus daerah dan Dewan Pembina di tingkat nasional. Suasana yang santai dan penuh kekeluargaan mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi dan membangun sinergi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program organisasi.
Agenda silaturahmi kemudian ditutup dengan makan siang bersama dan diskusi ringan yang berlangsung dalam suasana akrab. Bagi jajaran LMP Sulawesi Selatan, pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda penting pasca-Rapimnas yang membawa semangat baru dalam merancang program-program organisasi yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan adanya dorongan untuk membentuk Kebun LMP di berbagai daerah, organisasi diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional. Tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial dan kebangsaan, LMP juga diharapkan mampu menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Ke depan, konsep Kebun LMP dinilai berpotensi menjadi model kolaborasi yang efektif antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah. Jika berhasil diterapkan secara luas, program tersebut dapat menjadi contoh bagaimana sinergi antara masyarakat dan negara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Yunandar/JOIN)


FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram