-->

Sabtu, 25 April 2026

Langkah Senyap Tapi Pasti, PSI Soppeng Tancap Gas Perkuat Mesin Politik dari Akar Rumput


Soppeng, Sigapnews.com, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Soppeng mulai memanaskan mesin politiknya dari daerah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Soppeng bergerak cepat menindaklanjuti arahan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan dengan menggelar konsolidasi internal secara masif di tingkat kecamatan.

Pada tahap awal, konsolidasi langsung difokuskan di tiga wilayah strategis, yakni Kecamatan Marioriawa, Kecamatan Liliriaja, dan Kecamatan Ganra.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PSI Soppeng mulai membangun kekuatan politik sejak dini menghadapi kontestasi politik nasional 2029.

Kegiatan konsolidasi tersebut digelar pada Sabtu, 25 April 2026, masing-masing di Kelurahan Batu-Batu (Marioriawa), Kelurahan Jenna'e (Liliriaja), serta Desa Belo (Ganra).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas internal partai sekaligus mempercepat pembentukan struktur hingga tingkat ranting di desa dan kelurahan.

Konsolidasi dipimpin langsung oleh Ketua Harian DPD PSI Soppeng, Adi Mannahawu, didampingi Sekretaris DPD Ashari Assaad serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran pengurus inti tersebut menunjukkan keseriusan PSI dalam membangun fondasi politik dari bawah secara sistematis dan terstruktur.

Adi Mannahawu menegaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan DPW PSI Sulawesi Selatan.

Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi prioritas utama sebelum memasuki tahapan politik nasional mendatang.

"Ini adalah bagian dari tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan yang kita lakukan secara bertahap. Kita ingin memastikan struktur partai solid sampai ke tingkat bawah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam menyiapkan mesin partai secara menyeluruh. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan kesiapan organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.

"Tujuan konsolidasi internal ini untuk menguatkan struktur organisasi dan sistem kerja partai dalam menghadapi kontestasi politik 2029. Kita mulai dari sekarang, supaya kesiapan kita lebih matang," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Soppeng, Ashari Assaad, menyampaikan bahwa gerakan konsolidasi akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya. Ia menilai penguatan struktur hingga akar rumput menjadi kunci utama dalam memperbesar basis dukungan partai di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, konsolidasi ini juga menjadi momentum percepatan pembentukan ranting-ranting baru di setiap desa dan kelurahan. Struktur tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun kekuatan politik yang berkelanjutan.

"PSI Soppeng akan terus bergerak dan memaksimalkan kekuatan inti partai. Kita perkuat struktur sampai ke akar rumput. Ini penting untuk membesarkan partai dan memperluas basis dukungan," jelas Ashari.

Ia juga mengungkapkan capaian sementara dari proses konsolidasi di tiga kecamatan yang telah dikunjungi. Hingga saat ini, perekrutan struktur di wilayah tersebut disebut telah mencapai lebih dari 80 persen.

"Sampai hari ini, kami sudah menjalankan konsolidasi pada tiga kecamatan. Alhamdulillah, perekrutan sudah mencapai di atas 80 persen. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari kader dan simpatisan," ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, pengurus tingkat kecamatan di Marioriawa, Liliriaja, dan Ganra optimistis mampu mempercepat pembentukan ranting-ranting baru dalam waktu dekat. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut memiliki struktur PSI yang aktif dan siap bergerak.

Selain memperkuat struktur organisasi, kegiatan konsolidasi juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar kader. Hal ini dinilai penting untuk membangun kekompakan sekaligus menyatukan visi dalam membesarkan partai di tingkat lokal.

Langkah konsolidasi ini disebut sebagai awal dari gerakan yang lebih besar. PSI Soppeng bertekad terus memperluas jaringan dan memperkuat mesin politik sejak dini menjelang kontestasi nasional 2029 yang diprediksi semakin kompetitif.

Strategi membangun kekuatan dari bawah ini dinilai menjadi langkah taktis. Ketika sebagian partai masih fokus pada konsolidasi tingkat atas, PSI justru mulai membangun fondasi dari akar rumput. Jika dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin PSI akan menjadi kekuatan politik baru yang patut diperhitungkan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Soppeng.

DPD PSI Soppeng juga memastikan bahwa agenda konsolidasi berikutnya akan menyasar kecamatan lainnya secara bertahap. Fokusnya tetap sama, memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan kader, serta memastikan mesin partai siap bergerak menghadapi dinamika politik mendatang.

Gerakan ini sekaligus menandai keseriusan PSI dalam membangun kekuatan jangka panjang. Dengan struktur yang kuat hingga tingkat desa, partai berharap mampu meningkatkan elektabilitas sekaligus memperbesar peluang dalam kontestasi politik 2029.

(Yund)

Polres Soppeng dan Mahasiswa KKN Bersinergi, Edukasi Desa Marioritenga Lawan Narkoba.



SOPPENG Sigapnews.com Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Soppeng turut mendukung program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Lamappapoleonro dengan menggelar pembinaan dan penyuluhan (Binluh) bahaya narkoba di Abbatunge, Desa Marioritenga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sabtu (25/4/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WITA ini merupakan bagian dari rangkaian KKN yang berkolaborasi langsung dengan jajaran kepolisian. Penyuluhan dipimpin oleh Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M. dan dihadiri oleh mahasiswa KKN, para ketua RW/RT, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Dalam pemaparannya, AKP Heriyadi Nur menegaskan bahwa ancaman narkoba kini telah merambah hingga ke pedesaan, dengan generasi muda sebagai sasaran utama.

Kami ingin memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun hukum. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan masyarakat, ujarnya.

Ia juga mengajak warga untuk aktif mengawasi pergaulan anak-anak serta mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif dan produktif.

Sementara itu, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam keterangan terpisah mengapresiasi sinergi antara mahasiswa KKN dan Polres Soppeng dalam memberikan edukasi preventif.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan dan kepolisian. Penyuluhan seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam memerangi narkoba, ungkap Kapolres.

AKBP Aditya Pradana juga menegaskan bahwa peran aktif warga sangat dibutuhkan. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika kepada aparat terdekat.

Melalui kegiatan yang terintegrasi dengan program KKN ini, masyarakat Desa Marioritenga diajak bersama-sama mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat dan produktif.

Diharapkan, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan mereka mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.


(YUND) 

Kamis, 23 April 2026

23 KPM Desa Bulue Terima BLT Dana Desa 2026 Secara Tunai

Soppeng, Sigapnews.com, Suasana Gedung Serbaguna Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, tampak berbeda pada Kamis, 23 April 2026. Sejak pagi hari, puluhan warga mulai berdatangan dengan penuh harap untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah Desa Bulue kembali menyalurkan bantuan tersebut kepada 23 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Musyawarah Desa. Penyaluran dilakukan secara langsung dan tunai, sehingga warga dapat segera memanfaatkan bantuan yang diterima.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Bulue, Abdul Majid, beserta perangkat desa dan pendamping desa yang memastikan proses berjalan tertib dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Majid menegaskan bahwa BLT Dana Desa merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan tambahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan secara bijak, terutama untuk kebutuhan pokok rumah tangga.

Di sisi lain, rasa syukur tampak jelas dari wajah para penerima bantuan. Bagi sebagian warga, BLT ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi untuk beli kebutuhan dapur,” ungkap salah seorang warga penerima manfaat.

Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib, di mana setiap penerima dipanggil satu per satu sesuai daftar yang telah ditetapkan. Aparat desa juga memastikan tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran.

Program BLT Dana Desa sendiri merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan warga.

Dengan tersalurkannya bantuan ini, Pemerintah Desa Bulue berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata bagi kebutuhan warga, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa yang lebih sejahtera.

(Red)

Rabu, 22 April 2026

Rekonstruksi Mengerikan Pembunuhan di Soppeng. Gelang Hilang Berujung Maut, Jasad Korban Dicor di Kebun. Polisi Bongkar Adegan Demi Adegan.






Soppeng Sigapnews.com Upaya mengungkap fakta hukum dan memastikan kebenaran materiil dalam kasus dugaan pembunuhan yang menggegerkan masyarakat Kabupaten Soppeng terus bergulir. Polres Soppeng menggelar rekonstruksi untuk mengurai secara rinci rangkaian peristiwa tragis yang menimpa korban, seorang perempuan berinisial N, warga Desa Watu.

Rekonstruksi yang digelar di Wisma Umega, Desa Pattojo, Kecamatan Lalabata, pada Kamis (22/4/2026) itu menghadirkan tersangka utama, B (warga Madekkang, Desa Congko). Dengan didampingi tim penyidik dan jaksa, tersangka memeragakan kembali lebih dari belasan adegan mulai dari pertemuan awal hingga pembuangan jasad korban.

Berdasarkan hasil rekonstruksi, peristiwa berawal pada 4 Maret 2026. Tersangka B datang ke Wisma Umega bersama seorang perempuan lain dan menginap selama empat malam. Pada waktu yang bersamaan, korban N juga berada di lokasi yang sama.

Insiden mematikan itu diawali ketika korban melaporkan kehilangan gelang miliknya. Ia sempat mencari di sekitar area wisma hingga ke warung bakso terdekat, namun tidak menemukan barang tersebut. Setelah kembali ke penginapan, korban melaporkan kejadian itu kepada pemilik wisma, Mansur.

Gelang yang sempat hilang kemudian dikabarkan telah ditemukan. Namun pertemuan lanjutan antara korban dan tersangka justru berubah menjadi nahas. Di dalam kamar wisma, terjadi cekcok yang tak terkendali hingga tersangka dilaporkan menghabisi nyawa korban. Polisi masih mendalami apakah motifnya murni karena perselisihan soal gelang atau ada latar belakang lain.

Dalam rekonstruksi terungkap fakta mencengangkan. Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka B sempat keluar kamar dan duduk santai sambil merokok seolah-olah tak terjadi apa pun. Adegan ini menjadi salah satu bagian krusial yang didalami penyidik untuk merekonstruksi kondisi psikologis tersangka pasca-kejadian.

Rekonstruksi yang berlangsung sekitar tiga jam itu juga menghadirkan sejumlah saksi kunci, termasuk pemilik wisma dan pengunjung lain yang berada di lokasi pada hari-hari kejadian. Penyidik mencocokkan keterangan tersangka dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, seperti bekas percikan darah, sidik jari, serta barang-barang milik korban.

Setelah menyelesaikan adegan di Wisma Umega, tim rekonstruksi Polres Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Watansoppeng langsung melanjutkan ke lokasi pembuangan jasad korban.yakni di area perkebunan di Desa Congko. Di tempat inilah tersangka membuang tubuh N dalam kondisi mengenaskan.

Polisi belum merinci apakah jasad korban sempat dikubur atau hanya dibuang begitu saja. Namun, berdasarkan informasi awal, warga sekitar sempat mencium bau tak sedap sebelum akhirnya penemuan mayat dilaporkan ke pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih terus mendalami motif serta modus operandi secara mendalam. Kami juga tidak menutup kemungkinan adanya peran pihak lain dalam kasus ini, tegasnya.

Proses hukum berjalan secara intensif dan terukur guna memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh. Tersangka B saat ini ditahan di Mapolres Soppeng dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus yang bermula dari pertemuan singkat di sebuah penginapan ini menyita perhatian publik Soppeng. Warga berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapat hukuman setimpal demi keadilan bagi korban. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu liar yang beredar.

(YUND)

Pemdes Panincong Salurkan BLT Desa Tahap I 2026 kepada 33 KPM, Utamakan Transparansi dan Kepedulian Sosial


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Panincong pada Rabu, 22 April 2026.

Sebanyak 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Penyaluran BLT Desa ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tingkat Desa.

Kepala Desa Panincong, Andi Mardiana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran BLT Desa harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima masyarakat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.

“Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok, terutama bagi para penerima yang sebagian besar merupakan warga lanjut usia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Mardiana juga mengingatkan para penerima manfaat agar memastikan jumlah bantuan yang diterima sebelum meninggalkan lokasi penyaluran.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman serta memastikan akuntabilitas distribusi bantuan.
Selain membahas penyaluran BLT,

Pemerintah Desa Panincong juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan imbauan terkait kebersihan lingkungan.

Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai, mengingat pemerintah desa telah menyediakan layanan mobil pengangkut sampah yang beroperasi secara rutin di wilayah tersebut.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus kita tingkatkan bersama. Fasilitas sudah ada, tinggal bagaimana kita sebagai masyarakat memanfaatkannya dengan baik,” tambahnya.

Kegiatan penyaluran BLT ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan yang diwakili oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Marioriawa, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panincong, Pendamping Lokal Desa, serta masyarakat penerima manfaat.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, pemerintah desa juga memastikan bahwa bantuan tetap disalurkan kepada warga yang tidak dapat hadir secara langsung karena sakit atau kondisi uzur.

Penyaluran dilakukan dengan cara mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima.

Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai mencerminkan kepedulian dan perhatian pemerintah desa terhadap kondisi warganya, khususnya kelompok rentan.

Program BLT Desa sendiri merupakan salah satu instrumen perlindungan sosial yang diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mengurangi beban ekonomi, terutama di tengah dinamika kondisi sosial ekonomi yang masih menantang di berbagai daerah.

Dengan penyaluran yang tepat sasaran dan pengawasan yang baik, diharapkan manfaat BLT Desa dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat serta mendorong kesejahteraan di tingkat Desa.

(Red)

Selasa, 21 April 2026

Ketua PWI Soppeng Layangkan Somasi, Polemik Pemberitaan Memanas: Tudingan Tak Berimbang Disorot Tajam


Soppeng, Sigapnews.com, Polemik di tubuh insan pers Kabupaten Soppeng kian memanas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dinilai menerbitkan pemberitaan tanpa memenuhi prinsip keberimbangan dan verifikasi jurnalistik.

Langkah tegas ini bukan tanpa alasan. Andi Jumawi menilai pemberitaan yang beredar terkait Surat Keputusan (SK) PWI Pusat dan proses pelantikan pengurus PWI Soppeng masa bakti 2025–2028 telah dipublikasikan tanpa konfirmasi kepada pihak yang berkepentingan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan publik sekaligus mencederai etika profesi jurnalistik.

Somasi itu ditujukan kepada Alimuddin, Fas Rachmat Kami, Muh. Syukur, serta Andi Baso Petta Karaeng. Mereka disebut menerbitkan informasi yang menyangkut legalitas kepengurusan PWI Soppeng tanpa melakukan verifikasi langsung kepada pengurus resmi.

“Pemberitaan tanpa konfirmasi kepada pihak yang diberitakan berpotensi melanggar prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan keberimbangan,” tegas Andi Jumawi, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, pelantikan pengurus PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028 telah dilaksanakan secara sah oleh Ketua PWI Sulawesi Selatan, H.M. Agus Salim Alwi Hamu.

Pelantikan tersebut merujuk pada SK PWI Pusat Nomor 27-PKU/PP-PWI/2025 tertanggal 26 November 2025.

Menurutnya, dokumen tersebut bukan hanya sah secara administrasi, tetapi juga ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, serta Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.

Dengan demikian, ia menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak terjadi jika proses jurnalistik dijalankan secara profesional.

Yang menjadi sorotan, kata Andi Jumawi, sejumlah pemberitaan justru menggiring opini tanpa menghadirkan klarifikasi dari pihak PWI Soppeng.

Ia menilai praktik tersebut berbahaya karena berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak utuh.

Melalui somasi tersebut, pihaknya meminta media atau individu yang menerbitkan berita dimaksud untuk memberikan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hak jawab diminta dimuat paling lambat 3 x 24 jam sejak somasi diterima.

“Kami meminta hak jawab diberikan dan dimuat dalam waktu 3 x 24 jam sejak somasi diterima,” ujarnya menegaskan.

Langkah somasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konflik pemberitaan di kalangan wartawan Soppeng tidak lagi sekadar perbedaan pandangan, tetapi telah memasuki ranah serius yang menyangkut profesionalisme dan legitimasi organisasi.

Andi Jumawi juga menyinggung bahwa Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara jelas mengatur kewajiban verifikasi, keberimbangan, serta larangan menghakimi dalam pemberitaan.

Ia menilai pemberitaan yang beredar sebelum maupun setelah pelantikan pengurus PWI Soppeng tidak mencerminkan prinsip-prinsip tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap praktik jurnalistik yang dinilai terburu-buru dan minim konfirmasi. Ia mengingatkan bahwa wartawan seharusnya menjadi penjaga akurasi informasi, bukan justru memperkeruh situasi melalui publikasi sepihak.

Di sisi lain, somasi ini juga membuka babak baru dalam dinamika internal insan pers di Soppeng. Jika hak jawab tidak diberikan dalam batas waktu yang ditentukan, bukan tidak mungkin polemik ini berlanjut ke langkah hukum berikutnya.

Untuk diketahui, surat somasi tersebut telah diterima oleh Fas Rachmat Kami pada Selasa, 21 April 2026. Dengan diterimanya surat tersebut, publik kini menunggu respons dari pihak yang disomasi, sekaligus menanti apakah polemik ini akan mereda atau justru semakin memanas.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme insan pers di daerah. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, prinsip verifikasi dan keberimbangan kembali diuji.

Pertanyaannya, apakah semua pihak siap menempatkan etika jurnalistik di atas kepentingan masing-masing?

(Yund)

Senin, 20 April 2026

387 Jamaah Calon Haji Diberangkatkan, Wabup Soppeng Minta Jaga Nama Daerah.




Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng secara resmi memberangkatkan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 Tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung di Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin malam, 20 April 2026.

Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Rasa syukur dan kebanggaan karena jemaah Soppeng tergabung dalam kloter pertama, yang menjadi tanda baik dan keistimewaan tersendiri.

Pelepasan sebelumnya telah dilaksanakan secara umum, namun kegiatan malam ini dimaknai sebagai doa khusus bagi keberangkatan kloter pertama. Sejumlah keistimewaan penyelenggaraan haji tahun ini, antara lain, pemeriksaan administrasi oleh petugas Arab Saudi dilakukan di asrama haji sebelum keberangkatan, sehingga setibanya di Jeddah jemaah dapat langsung fokus beribadah.

Ia juga menjelaskan bahwa adanya peningkatan kuota haji karena adanya kelembagaan melalui pembentukan kementerian khusus urusan haji dan umrah. Kebijakan daftar tunggu maksimal 15 tahun secara nasional.


Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah dengan jumlah jamah besar, yakni sebanyak 961 orang, yang akan diberangkatkan secara bertahap.

Wakil Bupati juga mengingatkan jamaah agar fokus beribadah dan menjaga kesehatan selama perjalanan. Menjaga ucapan dan perilaku karena setiap perkataan di Tanah Suci bernilai doa. Para jamaah adalah duta daerah yang membawa nama baik Kabupaten Soppeng.

Melalui kesempatan ini kami berharap untuk turut mendoakan pemerintah daerah dan masyarakat Soppeng agar senantiasa diberikan kebaikan dan keberkahan. Jaga kondisi fisik mengingat waktu perjalanan yang cukup panjang, serta memastikan bahwa jadwal keberangkatan tidak terdampak situasi global dan tetap berjalan sesuai rencana.


Untuk diketahui Jumlah jamaah Kloter 1 yang diberangkatkan pada hari ini yaitu  387 orang, terdiri dari 102 laki-laki dan 285 perempuan. Sementara pada tanggal 5 Mei 2026 yang tergabung di Kloter 2 sebanyak 333 JCH dan 19 Mei 2026 Kloter 41 dan 43 sebanyak 235 JCH.

Turut hadir dalam pemberangkatan, Para Anggota Forkopimda Kabupaten Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, para Kepala SKPD, para Camat se-Kabupaten Soppeng, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Polres Soppeng Intensifkan Himbauan Kamtibmas, Warga Jalan Pemuda dan Kalino Diajak Tingkatkan Kewaspadaan


Soppeng, Sigapnews.com, Kepolisian Resor (Polres) Soppeng terus menggencarkan langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Kali ini, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng turun langsung memberikan himbauan kepada warga di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut difokuskan di sekitar Jalan Pemuda dan Jalan Kalino, dua titik yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat menarik perhatian warga yang sedang berbelanja, beraktivitas, maupun melintas di lokasi tersebut.

Kegiatan himbauan kamtibmas ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., dengan melibatkan KBO Sat Binmas, Kaur Mintu, para Kanit, serta staf Sat Binmas.

Para personel menyapa masyarakat secara humanis, berdialog santai, serta menyampaikan berbagai pesan penting terkait keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian, penipuan, hingga konflik sosial yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Warga juga diimbau untuk memperhatikan keamanan kendaraan, rumah, serta lingkungan sekitar, terutama pada jam-jam rawan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian.

Menurut petugas, informasi dari masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas sejak dini.

"Kami mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan keluarganya. Dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah lebih awal," ujar salah satu personel Sat Binmas saat berdialog dengan warga.

Petugas juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Kerja sama yang baik antara warga dan kepolisian dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat.

Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam dan digunakan untuk melaporkan tindak kriminal, gangguan keamanan, maupun kondisi darurat lainnya.

Petugas menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk melalui nomor 110 akan langsung diteruskan kepada personel kepolisian terdekat untuk segera ditindaklanjuti. Oleh karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan tersebut apabila membutuhkan bantuan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan himbauan kamtibmas merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan oleh jajaran Polres Soppeng guna menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dengan komunikasi yang intensif, masyarakat diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait situasi keamanan di lingkungannya.

“Kami terus mengedepankan langkah-langkah preventif dengan turun langsung ke masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik serta meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polres Soppeng akan terus meningkatkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat di berbagai wilayah, baik di pusat kota maupun kawasan pemukiman.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga secara menyeluruh.

Sementara itu, Kasat Binmas Iptu Andri Hermansyah menegaskan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai efektif dalam menyampaikan pesan kamtibmas.

Melalui interaksi langsung, masyarakat dapat menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi terkait kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan polisi. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat tidak akan ragu melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan,” jelasnya.

Kegiatan himbauan tersebut mendapat respon positif dari warga sekitar. Masyarakat mengaku senang dengan kehadiran aparat kepolisian yang memberikan edukasi secara langsung.

Selain itu, himbauan yang disampaikan dinilai membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Beberapa warga juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga komunikasi antara polisi dan masyarakat semakin erat.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Melalui kegiatan ini, Polres Soppeng berharap situasi keamanan di wilayah Kabupaten Soppeng tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta aktif berperan dalam menciptakan rasa aman bagi semua pihak.

(Yunandar)

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved