Jumat, 01 Mei 2020

Kepala BPPSDMP Himbau Pemanfaatan Limbah organik Menjadi Kompos

Kepala BPPSDMP Himbau Pemanfaatan Limbah organik Menjadi Kompos


Sigapnews.com, Jakarta - Program Mentan Sapa Petani dan Penyuluh secara rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian sekali dalam sepekan.
Mentan Sapa Petani dan Penyuluh kali ini (30/04/2020) dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursamsi, dengan tema Kompos Meningkatkan Produktivitas Pertanian.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikrob dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak masyarakat untuk memproduksi pangan organik untuk meningkatkan kualitas hasil produksi  pertanian.

Dalam arahannya, Prof. Dedi Nursamsi menyatakan bahwa diantara fungsi kompos adalah memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Sedangkan manfaat kompos diantaranya adalah bahan organik dan hara tanah; meningkatkan aktivitas mikroba tanah; dan memperbaiki struktur tanah.
.
"Mari kita manfaatkan bahan baku lokal yang tersedia untuk diolah menjadi kompos. Sisa hasil panen seperti jerami padi, jagung jangan pernah dibakar. Semua harus dimanfaatkan dengan diolah menjadi kompos. Cara membuat kompos itu sangat mudah, dan mengolah jerami tidak harus dipindahkan dari lokasinya, cukup diolah di tempat di mana bahan baku tersebut dihasilkan, seperti di sawah," ujar Prof Dedi.

"Saya meminta penyuluh mempelajari cara membuat kompos dan ajarkan kepada petani sehingga setiap petani bisa membuat sendiri. Jika petani mampu membuat sendiri, maka mereka tidak akan tergantung pada kompos buatan orang lain. Kondisi ini akan membuat petani lebih mandiri dan secara perlahan akan mengurangi penggunaan pupuk kimia" jelas Dedi, Sabtu, (2/5/2020).

Lebih Prof Dedy menjelaskan bahwa kompos sangat bermanfaat, karena didalamnya memiliki kandungan yang dibutuhkan tanah. Petani bersama penyuluh harus bisa buat kompos sendiri dengan bahan baku dari tanahnya sendiri. Sebab, kunci peningkatan produktivitas adalah kompos. Oleh karena itu, kompos harus jadi bagian dari petani.

"Namun harus diingat bahwa komposnya harus dipastikan sudah benar-benar sudah matang.  Jika pemberian kompos di lahan sawah sudah matang, maka tidak akan terjadi rebutan nitrogen," urai Dedi.

Dijelaskannya, dalam masa pandemi Covid-19 ini, petani dan penyuluh harus tetap semangat. Karena semangat adalah modal yang paling besar.

“Penyuluh harus tetap berjuang untuk meningkatkan pertanian. Yang penting kita harus mengganti metodenya. Kita bisa terapkan penyuluhan seperti ini, khususnya buat petani yang melek teknologi,” tuturnya. (JML)BBPP-BK.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved